Ah! Mantap Sekali Mbak
ujar Anna, mengungkapkan isi hatinya.
Xyro mendengarkan dengan seksama.
"Kamu tahu? Selama di Amerika, aku selalu menghabiskan hari-hariku di bar untuk minum. Aku benar-benar kesepian. Saat sedih, aku tidak punya teman untuk mencurahkan isi hatiku. Hanya alkohol yang aku anggap sebagai teman setiaku, karena setiap kali aku mencarinya, dia selalu ada. Sedangkan pacarku, yang seharusnya menjadi bagian dari hidupku, justru hanya sekadar status. Dia tidak pernah ada di saat aku membutuhkannya. Dia hanya datang sesekali, itu pun hanya sebentar. Rasanya sakit, tapi aku harus bagaimana? Itulah kenapa alkohol menjadi satu-satunya pelarianku," ujar Anna dengan jujur.
Hot Chapters