KAMAR KEDUA
Senyumnya tipis, sopan, terlalu percaya diri.
“Kamu istrinya Mas Prabu ya?” katanya ringan. “Kenalin, aku Alina.”
Tangannya terulur.
Sheza belum sempat bereaksi ketika suara Satria terdengar dari balik tubuh Roman dan wanita asing di depannya. Suara Satria rendah, tertahan, tapi penuh tekanan.
“Man.”