Nasi Bungkus untuk Laila
"Untuk apa?"
"Untuk segala kebaikan, yang sudah Mas lakukan untuk saya, entah apa yang terjadi, jika Mas Arsen tidak datang …." Tak terasa bulir air mata menyusuri pipi Laila yang mulai membengkak, ia mengingat kembali kejadian tadi sore, yang hampir membuatnya malu seumur hidup. Ditelanjangi.
"Sepertinya, Allah yang menuntunku menyelamatkan kamu, jadi tak perlu merasa terbebani denganku, berterima kasihlah pada-Nya," ucap Arsen santai. Telunjuknya mengarah keatas langit.
Hot Chapters