Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

lirihku sendu saat kami sudah mengkondisikan keadaan. Bang Sattar ikut menoleh. "Udah nggak papa, hujan ini 'kan rahmat," jawabnya santai. "Tapi Aini 'kan belum sempat foto-foto ...." Dia menyentuh jemari tanganku. "Nanti Abang pesan lagi, mau?" "Benaran, Bang? Tapi Aini nggak mau diletak di sini lagi, takut hujan?"
8.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
I Love You, Mr. Devil!

I Love You, Mr. Devil!

Kepergian Mom masih membuatnya sangat terpukul, karena kehilangan kehangatan pelukan seorang ibu yang selama ini baru sekali ia rasakan. Air hujan yang turun semakin deras membuat Amanda memejamkan mata dan mendongak. Ia ingin meluruhkan kesedihan dan air matanya di bawah hujan deras ini. Ia ingin membasuh hatinya yang telah patah berkali-kali, agar luka di sana mungkin saja bisa sedikit terobati. Entah berapa lama Amanda terdiam di dalam hujan itu, ketika akhirnya ia baru menyadari bahwa hujan masih tetap turun, namun anehnya... sama sekali tidak mengenai tubuhnya lagi.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Bolehkah aku jadi imammu

Bolehkah aku jadi imammu

ku titipkan payung yang ku bawa pada anwar, temanku untuk pergi mengantarkan payung untuk atika. “Nanti kamu pulangnya gimana lan?” ucap Anwar. “Kamu kayak gak kenal aku ajah war? aku udah biasa kok hujan-hujanan kek gini!” ucapku. “Iya sih, kamu biasa hujan-hujanan demi si pujaan hatimu itu hehe, kamu bahkan ngelupain penyakit kamu yang bakal kambuh kalau kena hujan!” ucap Anwar.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
One Day In Your Life

One Day In Your Life

"Jangan takut, Ann." "God is in the rain. Tuhan ada bersama hujan, Ann," lanjut Sang Ibu, yang disusul dengan cerita dongeng seribu satu malam yang sudah didengar Ann jutaan kali tapi tak pernah bosan kalau yang menceritakan itu adalah ibunya. "Tuhan ada bersama hujan, dan setiap petir adalah anugerah. Petir adalah cara Tuhan untuk menyapa umat-Nya."
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Dia menatapku lekat. Aku mengangguk pelan. "Amin," gumamku dalam hati. Walau sebenarnya, aku tahu waktu yang bergulir akan tetap menggerusku dalam ketidakmampuan mengandung. ** Pagi ini langit tak secerah biasanya. Tetes bening berjatuhan dari langit, membasahi bumi seperti tangisan semesta. Hujan ringan yang mengguyur kota Malang, bagai kelambu berlian yang menjuntai indah di udara. Melunturkan kesedihan yang terpatri di dalam pikiran seorang hamba. Membawa embusan angin dingin yang menggigil, mengulitinya meninggalkan bekas perih yang kentara.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

tanya Sada keheranan. “iya mas”jawab Ambar singkat pada Sada. “Aku ikut mandi boleh?” Sada yang bertanya sambil menggoda mereka. “bolehlah mas sini” jawab Ambar dengan tegas memperbolehkan. Ambar menghampiri Sada lalu melucuti semua pakaiannya akhirnya Sada ikut basah saat Amirta menyiramkan air dari shower kearah Sada. Sada membalas dengan menyiramkan air dari bak ke arah amirta,lalu tiba-tiba ambar memeluk tubuh sada yang membuat gunawan Sada berdiri tegak menantang mereka.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
D E K A P

D E K A P

Tempuhlah, hadapilah, Hujan dan badai hanya sementara, Tunggulah pelangi yang mempesona, Kan datang dan menampakkan muka, Untuk kau si pejuang asa. Teruntuk diriku, (cr : https://www.hipwee.com/narasi/teruntuk-diriku-terimakasih-sudah-tangguh-dan-bahagia/)
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
After 30

After 30

tanya Anita sambil menatap Lia. Lia mengangkat jempolnya. "Kalau hujan begini, paling mantap ya yang kuah. Sama teh panas… uuhh, sempurna." Anita mengangguk, "Kalau gitu, aku juga sama." Lia tersenyum lalu kemudian menatap rintik air yang turun lumayan deras dari jendela kaca. "Hujan-hujan gini enaknya tidur di rumah ya Li? Bukan kerja," gerutu Anita.
1014.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Di luar hujan belum jua reda. Nilam pun memperpanjang doa selepas ibadah Ashar. Hujan adalah kesempatannya bermohon ampun sampai berlinang air mata, tanpa ada yang mendengar suara yang sengaja ia keluarkan melawan deru hujan menerpa atap. Rindu pada ibu, rindu pada bapak yang sejak kecil menghadap-Nya, juga rindu pada teman-teman entah kenapa hadir semua di hatinya saat ini.
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 768 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Manusia itu hanya insan lemah yang sewaktu-waktu akan mengeluh. Jika rintikan semakin banyak lantas kilatan petir makin bergemuruh maka berakhir dengan hujan deras bak badai mengguncang lautan. "Fatin kita neduh di sini aja, ya!" Kak Andi dengan begitu telaten memayungi sang kekasih tanpa peduli tubuhnya basah kuyup.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status