Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ISTRI PILIHAN TUAN BRAGA

ISTRI PILIHAN TUAN BRAGA

Puisi Braga "iih kak Bram ini kalau sudah buat puisi, pasti aku selalu bisa luluh, hmm ya sudah aku ingin membalas puisi kak Bram ya. "Memang tidak mudah menjadi yang kau inginkan, namun aku selalu pasrahkan hatiku, takdir yang akan menjawabnya, andaikan engkau tahum betapa aku sangat mencintaimu dan menyayangimu, jika aku bukan jalanmu, aku akan berhenti mengharapkanmu, namun jika aku memang tercipta untukmu, aku akan memilikimu"Puisi Gaby
104.4K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as puisi pablo neruda
Show Reviews (13)
Read
+Library
Plane Starry
Author ini tidak pernah gagal dalam membuat alur, selalu menarik. Masuk Pustaka pastinya, Gaby cepat kamu rasakan pake hati, Braga itu kak Brammu yang dulu. Yang aku tidak suka Rachel, jangan sampai dia memisahkan Gaby dan Braga
Issabella Glown
Sumpah Aku gemes baca ceritanya, Gaby lelaki yang selama ini kamu tunggu sudah di depan mata itu, kalau jadi aku pasti akan bisa mengenali walau dia menyamar sekalipun, lanjutkan Thor jangan lama - lama, dan buat Rachel.. biarin saja dia kena hukuman......
Read All Reviews
TANGISAN CINTA

TANGISAN CINTA

Laura langsung menangis usai mendengar Siddarth membacakan puisi yang pernah Romeo kirim padanya setelah dia di sakiti oleh Cruz. Siddarth sengaja membacakan puisi tersebut untuk Laura, agar Laura sadar jika dia tidak boleh larut dalam kesedihannya, sebab Romeo merindukannya bukan ingin melihatnya menangis. "Sudah! Kamu jangan sedih lagi, sebagai gantinya, ini, aku sudah belikan kamu buku puisi terbaru dan ter favorit saat ini, bukunya berjudul SEJUTA PUISI CINTA ROMEO karya Hazman Arif, di buku tersebut banyak sekali puisi yang mampu menggambarkan perasaan kita, mulai dari sedih, bahagia, kehidupan hingga jatuh cinta, aku tahu kamu sangat menyukai puisi jadi karena itu, aku membelikan kamu
104.4K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

Nama itu membuat Neriel mengangguk pelan, seolah mengingatnya dengan hati-hati dan tidak ingin melupakannya begitu saja. “Saya sering datang ke tebing ini,” lanjutnya. “Tapi baru kali ini melihat seseorang menulis puisi di tepi laut.” “Saya hanya menulis untuk diri sendiri,” jawab Evelune tenang, meski jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Neriel memperhatikan buku kecil di tangannya. “Laut memang pandai membuat orang ingin berbicara.”
10699 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Pukulan, tebasan, ledakan—semua tertahan di udara, menjadi patung-patung pertempuran yang beku. Dari jauh, bayangan itu tertawa. “Lihatlah kalian. Pertarungan kalian abadi, tapi tak pernah sampai. Kalian adalah seni jeda. Sebuah puisi yang hanya koma.” --- Retakan Introspektif Rynor menutup matanya lagi. Bayangan dalam dirinya bertanya: “Kalau kau bisa menulis ulang kalimat, apakah kau berani menuliskan titik?”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Mendekatlan sedikit demi sedikit Walau diam tanpa berkata Tapi mata dan hati cukup mengungkap rasa Mendekatlah sebisa mungkin, walau perlahan Sebuah puisi yang dikirim Abizar mampu menitikkan bening embun di matanya. Ia kini yakin dengan mimpinya. Ia akan ikut bersama Abizar, meniti mimpi di negeri para Nabi. Negri Arab yang berada di benua Afrika. Negri kelahiran Musa.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Tale of Princess and The Savior Witch

Tale of Princess and The Savior Witch

Laura berucap sambil tersenyum pahit. Dia menaruh kepalanya di atas meja, matanya tak sengaja melihat penghargaan Sastra yang dia miliki di dalam lemari miliknya, lalu dia menghela nafas sedih. Berjibun-jibun Piala ada disana, tapi yang paling banyak Piala yang dia hasilkan dari menulis Puisi, Sastra, membaca puisi, musikalisasi Puisi. Sebetulnya mimpinya mudah dan hanya satu.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Kenapa semua orang sekarang kelihatan seperti Nadira? Matanya kemudian tertumbuk pada tulisan kecil di bawah permata. Dua baris puisi kuno, terukir dengan gaya kaligrafi yang khas: "Gunung punya hutan, pohon punya cabang. Hatiku mencintaimu, tapi kau tak tahu." Tangannya bergerak refleks. Ia mengeluarkan stempel mawar dari saku jasnya dan membandingkan ukiran itu dengan capnya.
1024.1K viewsCompletedAdded to Library 963 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
914 viewsCompletedAdded to Library 27 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
3.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status