Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU 25 PoV BELLA Aku menatap burung besi itu melayang, terbang ke atas awan lalu lenyap dari pandangan. Hanya suara gemuruhnya yang terasa masih terngiang di telinga. Di dalamnya, dua orang yang kusayangi berada, membawa sebuah niat mulia. Semoga, kedatangan Helena dan Ayah, bisa membuat Tante Meira bertahan dan menyadari kesalahannya. Bukankah semua orang berhak diberi kesempatan kedua?
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 454 Times as ana uhibbuka
Read
+Library
IBU YANG KAU BUANG

IBU YANG KAU BUANG

lirihku. "Ibu bukan mimpi, Buk," tutur Nada sembari mengusap tanganku yang masih gemetar memegang kertas yang berisi pendaftaran haji untukku. "Ta-pi ...." Aku membekap mulutku, rasanya semua bagai mimpi. Keinginanku untuk pergi ke Tanah Suci akan terwujud, bahkan prosesnya dipermudah oleh Yang Kuasa.
8.4K viewsCompletedAdded to Library 304 Times as ana uhibbuka
Read
+Library
KAU HIANATIKU, KUBUAT PUSAKAMU TAK BERKUTIK

KAU HIANATIKU, KUBUAT PUSAKAMU TAK BERKUTIK

Uhuk uhuk uhuk, aku tersedak ketika lagi lagi mendengar Vika histeris, memang dasar bocah satu ini hobi banget teriak, entah terbuat dari apa tenggorokannya kok gak habis habis suaranya. "Eh maaf mbak, refleks, hehehehe." "Kamu tu ya, bisa gak sih sehari aja gak teriak teriak??" ucapku sembari memoles kepala Vika. "Hehehe ya maaf mbak, kan refleks, tapi btw mbak serius???" aku mengganggukkan kepala menjawab pertanyaan Vika. "Terus kena berapa tahun hukuman dia mbak??"
43.7K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as ana uhibbuka
Read
+Library
Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

Kebenaran ini cukup membuat diriku yang dulu hancur terpuruk. Namun, sekarang aku mengerti. Orang yang tidak peduli padamu tidak akan melihat rasa sakitmu. Mereka hanya akan menganggapmu berisik. Aku hanya memandangi mereka dengan tenang, “Kenapa melihatku? Perlu bantuanku untuk fotoin kalian?” Brian terkejut. Rasa canggung di tatapannya langsung berubah menjadi amarah. “Mutia, kamu menguntit kami? Untuk apa bicara sinis seperti itu?”
8.2K viewsCompletedAdded to Library 293 Times as ana uhibbuka
Read
+Library
720 Jam

720 Jam

sapa Anita ramah namun formal. Habib mendekat, matanya seolah terkunci pada wajah Anita, lalu turun ke arah perut Anita yang membuncit. Wajahnya seketika berubah mendung, ada gurat pedih yang melintas cepat. "Kamu... apa kabar? Sepertinya kamu sangat bahagia," ucap Habib dengan suara yang sedikit bergetar. Ia sama sekali tidak menoleh ke arah Gibran, seolah hanya ada Anita di sana.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as ana uhibbuka
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status