Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LARA

LARA

balas Sarah. "Kamu ini gimana bu? Ini anak kita kakinya berdarah kamu malah diam saja? Dimana letak hati nuranimu?" bentak Ayah Sarah sambil memandang sengit lbu Sarah.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as anny arrow
Read
+Library
Ayah Anakku Ternyata Pria Kejam

Ayah Anakku Ternyata Pria Kejam

“Tentu saja. Kamu bisa tanya apa pun, Sayang.” Arrow menarik napas dalam, seperti tengah mengumpulkan keberanian. “Om kemarin... yang jahat itu... dia punya tato.” Hazel langsung menegang. “Tato?” Suaranya pelan. “Iya,” jawab Arrow sambil menunjuk bagian pinggangnya. “Di sini. Bentuknya kayak bintang yang ada arah panahnya.” Warna di wajah Hazel perlahan memudar. Jantungnya berdegup kencang. Ia menatap Arrow dari kaca spion, tatapannya tak berkedip. “Bintang kompas?”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as anny arrow
Read
+Library
ANNORA

ANNORA

Allamanda.Catharticananarrorawanitakuarkan
*** Aku melangkah kearahmu, namun kamu memilih berjalan kearah lain. Terkadang cinta selucu itu. —Annora. **** "Cih, dasar drama," ucap seseorang yang kini tengah bersembunyi di semak-semak tak jauh dari Gara dan Manda berdiri. Plak! "Ngomong aja lo pengen, bego!" Cewek berambut sedikit kemerahan itu menempeleng kepala cowok yang tengah menatap sengit Gara dan Manda yang sedang berpelukan.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as anny arrow
Read
+Library
Pemalas Penantang Dewi

Pemalas Penantang Dewi

“Rain element arrow! Wusssttt!” Anak panah milik Murka yang awalnya putih, tiba-tiba berwarna pelangi saat dia lepaskan. Kemudian panah itu jadi berlipat ganda dengan sangat cepat dan melesat pada setiap pasukan musuh. Panah tersebut juga masih melesat ssat sudah mengenai targetnya dan membuatnya terdorong hingga kebarisan kedua pasukan musuh.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as anny arrow
Read
+Library
I'm Arjuno, Not Arjuna

I'm Arjuno, Not Arjuna

Akan tetapi, satu pergerakan yang dilakukan Arjuna membuat tubuhnya tersungkur dan berguling di anak tangga. Bruk… Bruk… Bruk… “MA! ITU!” seru Cantika menunjuk kearah anak bawah tangga dengan mata melotot.
10251 viewsOngoingAdded to Library 5 Times as anny arrow
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

Berhadapan dengan Hanna membuat emosinya bertambah, jadi lebih baik menghindarinya sebelum terjadi yang tidak diinginkan. Tanpa beban Arimbi tertawa lepas saat melihat seekor burung yang hinggap di ranting pohon. Kedua tangannya terulur menggapai-gapai burung dengan gembira. Bola mata indahnya menatap penuh harap, menantikan binatang unggas itu terbang menghampirinya. Namun, yang ditunggu tidak kunjung datang. Arimbi melirik Sultan yang tengah duduk tidak jauh darinya, dan dia pikir jika suaminya bisa membantu. "To-long." Arimbi menarik lengan baju Sultan, dan menunjuk ke arah pohon.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as anny arrow
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Tin tin Suara klakson mobil terdengar, dan berhentilah mobil tepat di depan Ara. Ara sangat takut. Saat ingin berlari, seseorang memanggilnya membuat ia menghentikan langkahnya dan berbalik "Ara," ucap orang tersebut "Syaa." Ara berlari memeluk sahabatnya itu. Untung saja ada Reisya disini, kalau tidak, pasti dia tidak akan bisa menemukan jalan pulang
106.8K viewsOngoingAdded to Library 259 Times as anny arrow
Read
+Library
ALARICK

ALARICK

"Ini hadiah pertamaku untukmu. Meski aku tak yakin kau akan suka, tapi aku sangat berharap kau pura-pura suka untuk saat ini." Alarick mengambilnya. Dibukanya kotak itu. Sebuah jam tangan, edisi terbatas dan niatnya Alarick memang akan membelinya namun dia belum memiliki waktu untuk itu. Dan sekarang barang yang dia inginkan ada dalam genggamannya. Alarick melihat setiap sudut dari jam tangan itu. Di baliknya ada sebuah ukiran nama—bukan nama, hanya sebuah inisial dari namanya—mungkin.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as anny arrow
Read
+Library
Heavenly Rift

Heavenly Rift

Mereka lenyap ke kedalaman jalur batu, tertutup kabut putih yang lebih tipis. Di hutan, tidak ada yang menyadari. --- Panah ketiga ke enam datang dalam pola menyilang. Arra menggeser langkah seperti menulis huruf di tanah—satu diagonal, satu putaran. Bilahnya menari sesingkat kilat. Empat panah rontok, dua memantul ke batang pohon. Pemanah terdekat mengganti anak panah—terlambat. Arra sudah di depannya. Gagang katana menghantam tulang rusuk—cukup untuk melumpuhkan—lalu ia merunduk dari tebasan tombak, menyapu lutut lawan di kiri, berdiri lagi, menangkis tombak lain dengan sisi bilah. Gerakannya hemat: setiap ayun hanya sejauh yang perlu, setiap nafas hanya cukup untuk langkah berikut.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as anny arrow
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status