Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
NINE

NINE

Bagaimana dia tahu? "Wahhh. Bagaimana kau bisa mengetahuinya, Rey?" Anthony yang dari tadi diam angkat bicara. "Ada yang aneh jika memang itu senjata replika. Perhatikan, banyak baret-baret samar di pegangan dan bagian bawah senapan yang menandakan pernah dipakai, jika memang replika seharusnya benda ini sangat mulus dan terawat. Lalu di ujung larasnya tak ada lapisan barel tambahan, yah... yang ini tak bisa dijadikan bukti pasti karna tak semua replika menggunakannya. Lalu coba perhatikan, debu di permukaannya tipis, itu berarti habis digunakan belum lama ini," jelasnya.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 163 Times as another
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

Wkwk Alex: Kenalin gue, gue gebet. Rendra: Gue bantai langsung, haha. Verdi: Pulang sekolah cafe blacksweat! Otong: Jajain bang Alex: Ngapain? Risky: Ada yang penting lah Lex. Verdi: berani berapa lo tong? Seperti biasa hiburan Verdi hanya teman gajenya, pesan-pesan yang gak jelas maknanya, nonton tv, main game offline dan berbagai macam godaan dari Vanya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as another
Read
+Library
Anara

Anara

Kembali Anara mengikuti intruksi dari cowok di depannya, dan mulai mengetik di layar ponsel. [Gua gak bisa transfer sebanyak Itu. Pihak bank akan menghubungi bokap gua kalo begitu.] terkirim, dan centang dua biru di layar. Keduanya menunggu, semenit, dua menit, sampai lima menit kemudian tak ada balasan. Anara menyimpan ponselnya ke dalam tas. “Gimana kalau mereka bertindak nekat Bar?” tanya Anara cemas.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as another
Read
+Library
Dia

Dia

Laki-laki itu tanpa menoleh langsung menancap gas dan meninggalkan lobby. Lea yang melihat kelakuan Argan hanya bisa mengelus dada. "Dasar bebal," gerutunya. Dengan susah payah Lea akhirnya melangkahkan kaki menuju lift yang akan mengantarkannya ke lantai tempat Ken tinggal. ••• "Tadi padahal aku udah nelfon kamu, lho. Tapi kayaknya hape kamu mati,"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as another
Read
+Library
U

U

pria itu adalah teman satu sekolahnya dulu. "Hey! Itu bukannya teman satu sekolah denganmu dulu Ren?" Dia yang bernama lengkap Reno Hadi Rudyatmo hanya mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan dari temannya. "Dia bukannya seorang gay, ya?" Teman baru yang mendengar pembicaraan kedua orang itu, ikut bertanya. "Gay? Maksudnya dia penyuka sesama jenis?" "Iya, benar 'kan Ren? Pria ini 'kan, yang kamu ceritakan waktu itu?"
103.4K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as another
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Ans1895arlo
Ervin baru akan menyentuh ujung pampers Ancel, saat Arla berkata, "Ancel belum mau adek, Mas." THE REAL END ----
1039.1K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as another
Read
+Library
Exit

Exit

Jantung satu-satunya ini hampir saja lepas karena sosok itu. “Punya dendam kesumat apa, sih, kamu ke aku, Pril?” tanyaku kelewat kesal. Namanya April Agustine. Aku tidak tahu kenapa ada imbuhan ‘Agustine’ di belakang namanya. Sedangkan anak itu lahir di bulan April, bukan Agustus. Aku saja yang lahir pada bulan Agustus tidak menambahkan embel-embel bulan itu. Dia malah mencuri nama bulan lahirku yang terpaut jauh dari bulan lahirnya. Seperti namanya, orangnya juga aneh dan tidak nyambung. April ini teman pertamaku di bangku SMP. Selama tiga tahun kita barengan, meski ketika kelas 2 tidak sekelas, namun akhirnya Tuhan menjodohkan kita bertemu lagi di kelas 3 yang sama.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as another
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Byakta mengangguk dengan malas. Speranza berjalan masuk, dia menghampiri brankar Yasa. Byakta menutup hidungnya saat mencium bau aneh dari tubuh Speranza. "Kau habis darimana? Mengapa tubuhmu sangat bau?!" tanya Byakta dengan kesal. Speranza terdiam. Dia mencium tubuhnya dan mengakui tubuhnya sangat bau. Byakta mendekat ke arah Speranza untuk mencium lebih jelas bau dari tubuh Speranza.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as another
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedereselprend
sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as another
Read
+Library
ALASKA

ALASKA

Kesal Azka lagi. “Iya udah, ayok. Tapi gimana gue mau kasih ke mereka? Sedangkan ATM dan rekening aja gak punya,” lirih Alaska lagi. “Yaelah lo Alaska! Kan kita bisa lewat orang yang badannya gede tadi, atau lo telpon nyokap lo di kampung, buat kasih tau ke lintah darat itu, kirimin nomor rekeningnya ke gue!”
104.4K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as another
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status