Bunga Gugur, Rindu Pun Usai
Aku melangkahi lembaran-lembaran kertas yang berserakan di tanah, tanpa sedikit pun melirik ke arah Nathan.
Dulu, saat Nathan melemparkan surat pengunduran diri dan berkas-berkas ke arahku, pernahkah terlintas di benaknya bahwa suatu hari dia akan berlutut di hadapanku dan memohon maaf dengan mata memerah?
Waktu tidak bisa diputar ulang, aku juga tidak mungkin memaafkannya. Namun, membenci seseorang hanya akan menghabiskan tenagaku, jadi cara terbaik adalah menganggap Nathan sebagai orang asing.