Saat Cinta Menyapa Lagi
Suatu sore di rumah mereka yang tenang di Bogor, Arka duduk di kursi goyangnya, menatap matahari terbenam yang hanya terlihat sebagai gumpalan cahaya kabur.
"Lia," panggil Arka.
Lia menghampiri, memegang tangan suaminya. "Ya, Ark?"
"Aku tidak bisa lagi melihat detail wajahmu dengan jelas. Tapi anehnya, aku bisa mengingat setiap milimeter kerutan di sudut matamu saat kamu tertawa di Kalimantan dulu. Aku tidak butuh kamera lagi untuk melihatmu."
Lia mencium kening Arka. "Dan aku mungkin mulai kehilangan kosa kata, Ark. Tapi aku tidak butuh kamus untuk menuliskan betapa aku mencintaimu di hatiku."
Hot Chapters