KAMPUNG HALIMUN
Deg, Deg, Deg,
Jantungnya berdetak dengan sangat kencang, napasnya terlihat sangat berat dengan tubuhnya yang kini bergetar.
Mang Ayep secara tidak sadar menjatuhkan tubuhnya dan menyender ke arah pintu besi itu karena dia tidak menyangka bahwa apa yang ada di belakang pintu besi itu bukanlah orang-orang yang dia harapkan, namun malah yang muncul hanyalah para makhluk yang mengincarnya dari dalam kabut merah pada malam itu.
Hah, hah, hah,
“Demit gobl*g, nyieun aing sieun wae! (Demit gobl*k, bikin aku ketakutan saja!)”
Hot Chapters