Sentuhan Panas Ayah Tiri
Ia merasa bersalah karena melupakan orang yang begitu perhatian padanya.
“Namamu Nesya Aprilia,” jawab wanita itu dengan senyum lembut. “Ibu namanya Arum, dan ini Ayahmu, Hidayat.”
Senyum tipis terukir di wajah Raisa. Ia memandang keduanya dengan hangat, lalu berkata pelan, “Apa aku boleh… memeluk kalian?”
Keduanya saling pandang sebentar, kemudian tersenyum dan mengangguk bersamaan.