Kakak Ipar yang Meresahkan
“Tujuh belas. Tapi kamu cuma antar sampai depan pintu. Setelah itu, keluar.”
Zephyr menekan tombol lantai 17 tanpa membantah, tapi sebuah senyuman licik terbit di sudut bibirnya. “Kita lihat nanti, Aurel.”
“Aurel? Siapa Aurel, namaku Aurelyn!” protes Aurelyn di sana.
“Anggap saja itu panggilan kesayangan dariku,” ucap Zephyr.
“Ayolah, jangan bersikap seakan-akan aku kekasihmu, Kakak ipar. Aku sudah menahannya sejauh ini, tapi kamu makin kelewatan,” ujar Aurelyn penuh kekesalan.
Bab Populer