SUJUD TERAKHIR EMAK
“Dia siap membantu selama di Arab. Jadi kalau ada urusan administrasi rumah sakit, komunikasi dengan dokter, atau hal-hal kecil lain, insyaAllah lebih mudah.”
Paklik Yanto menyalami Fawwaz dengan erat. “Terima kasih, Nak. Kehadiranmu sangat berarti. Kami ini wong desa, nggak ngerti bahasa Arab. Bahkan bahasa Inggris pun masih belepotan. Kalau tanpa bantuanmu, mungkin kami bakal bingung.”
Fawwaz tersenyum ramah. “InsyaAllah, Pak. Biar saya dampingi panjenengan. Yang penting sekarang kita segera ke rumah sakit tempat Bu Asih dirawat.”