AKU TANPAMU
“Iya, Mbak. Nilam balikan lagi. Mas Lukman ngajak jalan lagi dan Nilam enggak bisa nolak. Tapi sebelumnya Nilam sudah bikin perjanjian dengannya bahwa Nilam enggak akan mau diajak nginap atau pun melakukan hal-hal di luar batas. Mas Lukman menyetujuinya, meskipun dia juga masih jalan dengan ayam kampus di kampus Nilam.”
“Ayam kampus?” Aku menautkan alisku.
“Itu, Mbak. Istilah buat mahasiswi yang bisa dipakai.”
“Bisa dipakai? Aduh istilah-istilah kalian kok susah dipahami, Dek,” protesku, aku sengaja memancingnya padahal aku tau apa yang dimaksud olehnya.
“Ihhh! Itu loh, Mbak. Mahasiswi yang mau diajak jalan terus diajak tidur bareng.” Nilam menjawab sewot.