Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

"Orang yang berbakat terdengar vulgar. Kurasa orang yang menulis puisi ini seharusnya seorang dewa penyair. Puisi seindah ini hanya bisa dibuat oleh dewa!" "Ya, orang itu pasti dewa. Sayang sekali kita tidak tahu nama dewa itu." "Aish, hal ini juga sangat disesali Cendekiawan Agus sejak lama." Tepat ketika para pelajar itu menyesal, seorang pelayan cendekiawan keluar dari rumah yang ada di belakang halaman dengan gong dan genderang kecil. Dia berdiri di tangga halaman, lalu mengetuk dengan pelan.
9.3430.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.3K kali sebagai apa itu puisi elegi
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Halamannya berwarna gading pucat, tulisan di dalamnya bercahaya lembut, dan di halaman pertama tertulis: “Kitab Layung – Naskah Rasa Pajajaran Eling.” Ia membacanya pelan, bukan dengan suara, tapi dengan hati. Dan dari dalam kitab itu, seolah-olah terdengar suara Larisa membisik lembut: “Rasa téh moal luntur, sanajan waktu robah. Sabab rasa téh nyawa nu teu bisa dituliskeun.” (Rasa tak akan luntur, meski waktu berubah, karena rasa adalah jiwa yang tak bisa ditulis.)
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Menantu Egois

Menantu Egois

Menantu Egois BAB 08 Seminggu kemudian aku menemui Ibu mertuaku. "Assalamualaikum Bu."sapaku "Waalaikum sallam Rin."jawabnya. "Ibu lagi ngapain?" "Ini Ibu habis bersih-bersih rumah." "Bu. Apa ibu tidak kesepian tinggal sendirian disini?" "Ya kesepian to Rin. Makanya cepet kasih Ibu cucu."
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan

Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan

puji Eliska dengan takjub saat satu episode selesai. "Kamu bisa menangkap makna tersiratnya?" tanya Adelia sambil melirik ke arahnya. Eliska menjawab, "Begini, gunung bertumpuk, air berkelok, seolah-olah mencapai jalan buntu. Di balik rimbun pohon dedalu, tampak desa yang lain. Jadi, jalan buntu belum tentu benar-benar buntu." Aisyah mencibir sinis. "Kalau hanya mengutip puisi orang lain, itu nggak bisa disebut pemikiran pribadi."
9.8252.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai apa itu puisi elegi
Tampilkan Ulasan (137)
Baca
+Pustaka
durencherry
Suka banget novel ini, pada harus baca deh. Walaupun awalan ceritanya kurang menarik dari tata bahasa terjemahannya, tapi lama kelamaan bahasanya meningkat menjadi lebih baik, dan semakin seru ceritanya, sepertinya ganti penulis terjemahannya? bagus deh. Penulis aslinya pintar, ceritanya masuk akal.
sitiauren24
mkn ksini mkn kasian sm pradipta, dikehidupan lampau sbg Arjuna, dia dikrbnkn oleh klrga nya sendiri, dia mencintai eli tp tdk bisa mengungkapkan dgn bnr krn brbagai trauma, stlh reinkarnasi, dia mlh nyasar ditubuh pradipta, hny bisa mencintai eli tp tak bisa memiliki, smg hppy ending. up tiap hr y
Baca Semua Ulasan
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

kata Auren, menatap Seraphine yang kini duduk bersila di tengah lingkaran, cahaya lilin menyepuh wajahnya seperti ukiran marmer yang hidup. “Kalau gagal?” “Setidaknya kita mencoba merawat dunia ini seperti puisi yang hampir terlupakan,” bisik Seraphine. “Dan puisi, meski patah, tetap menyimpan makna.” --- Di pagi yang menggigil, embun di rerumputan Elowen tampak seperti pecahan kristal. Matahari enggan naik tinggi, seolah tahu bahwa sinarnya terlalu rapuh untuk mengusir dingin yang bukan hanya dari cuaca, tetapi juga dari ingatan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Pembalasan Elegan
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Dan ketika mereka melangkah menuruni bukit menuju menara, suara angin seperti menyanyikan elegi lama: elegi tentang orang-orang yang melawan luka, percaya pada sesuatu yang tak pasti, dan menolak menjadi tulang belulang yang sunyi di gurun sia-sia. --- Mereka bertiga turun perlahan, kaki menginjak pasir yang kini terasa seperti permadani kegelisahan. Angin tak lagi bernyanyi; ia menderu seperti gigi tumpul menggerus batu. Semakin dekat mereka ke menara, semakin kentara bau pembusukan—tajam, menyengat, tapi lebih menusuk rasa duka dibanding hidung.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

teriaknya, sementara akar-akar di bawah istana menjerat server-server hingga meledak. Di seberangnya, La Ode Harimao—matanya kini lubang hitam mini—membentangkan tangan. "Kita adalah puisi," gumamnya, suaranya seperti gema dari lubang cacing. "Dan puisi tak perlu makna. Cukup keindahan yang merobek dada."
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status