Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Taubat Sang Pendosa

Taubat Sang Pendosa

Aku tersenyum dan mencoba menenangkannya. "Semua yang bernyawa pasti mati, Sayang. Kita di dunia hanya tinggal ngejalanin. Kita semua bakal berpulang, entah aku atau kamu duluan," ucapku bijak. Riska menggeleng, seperti tak terima jika itu sampai terjadi. "Dek, itu fitrahnya manusia. Kematian itu gak boleh kita takuti. Kita harus senang menjemputnya karena akan ketemu sama Dia Sang Pencipta."
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Suami Wasiat Kakek

Suami Wasiat Kakek

Mata Elegi memicing saat melihat satu pesan Rafka, seperti pedang yang terhunus tepas sasaran. Kak Rafka : Katarina mengigau terus tapi gak mau bangun. Aku bingung, El. Reflek Elegi menitikkan air matanya, basah sudah pipi ranumnya saat itu juga. Ia terisak hingga dadanya sesak. “Kenapa nangis?” tanya Pramana dengan keras. Elegi menunjukkan satu pesan dari Rafka, bukannya ikut bersedih Pramana malah terlihat bahagia. Senyumnya tercurah jelas diwajah paruh bayanya.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Nyawa Dibalas Nyawa

Nyawa Dibalas Nyawa

Saat aku tiba di rumah Keluarga Saputra, aku tidak menyangka Rendra sudah menungguku di rumah. Dia sekarang sudah bisa bergerak sendiri tanpa bantuan. Dia berjalan tertatih-tatih menghampiriku dan menyerahkan sebuah map dokumen padaku. Saat kubuka, di dalamnya ada dua salinan surat cerai yang sudah ditandatangani, bersama dengan sebuah cek dan satu set kunci. "Indah, tanda tangani ini. Apartemen di Jalan Cendana beserta uang empat miliar ini akan menjadi milikmu. Anggap saja ini sebagai kompensasi perceraian dariku."
25.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Seperti simpanse? Tidak. Lagi-lagi tidak. Raja sangat-sangat tampan. Tapi, iblis? Mungkin iya. Karena hanya iblis yang tega menjerumuskan manusia untuk mengikuti kemauannya. Namun, bagaimana bisa Raja menyamakan dirinya dengan hewan yang kecerdasannya setara manusia itu? ‘’Tidak, Tuan.’’ ‘’Lalu kenapa tidak mau melihatku? Lihat. Sekarang saja kau masih menunduk saat menjawab. Kau ini memang tidak sopan!’’
678 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Sama-sama Egois

Sama-sama Egois

Hani tergugu, lututnya terasa lemas bahkan ia ambruk terduduk si hadapan suaminya. "Ibu... Ibu...." Ayu meraih tangan Ibunya, ia merogoh tas miliknya mengambil benda berwarna hijau, lalu menuangkan minyak kayu putih sedikit ke hidung Hani. "Ibu... bangun, Bu...." Ayu mengusap telapak tangan Hani, Bima, Abidin dan Ayah mertua berhampur memeluk Hani wanita tersebut tampak tak sadarkan diri.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Udara masih beraroma wine dan wangi tubuh lelaki itu, seakan bukti bahwa semalam bukan mimpi. “Apakah… sudah selesai? Apakah aku tidak suci lagi?” Elyse menelan ludah. “Ternyata… tidak semenakutkan yang dikatakan Viona dan yang lainnya.” Ia terbaring lagi, menatap langit-langit sambil menghela napas panjang, hingga matanya menangkap sesuatu di meja kecil dekatnya. Sekantung uang. Dan secarik kertas.
1083.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

kata Letta seraya terus menjilatnya. Prita tahu kolega Delon bukan orang-orang biasa. Mereka berasal dari kelusrga terpandang dengan kasta tinggi. Seperti; Vanya dan Letta. Akan tetapi ketika Prita melihat Letta dengan rakus memakan eskrim itu, Prita jadi berpikir dua kali. "Mau lagi ah," ujar Letta seraya menjilat telaoang tanagnnya yang terkena lelehan eskrim itu.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Penguasa

Tawanan Hati Sang Penguasa

Bersama seorang pria yang tidak ia kenal. Napasnya tercekat. Ia membalik foto itu dan menemukan tulisan tangan di belakangnya; "Target ditemukan, jangan biarkan dia pergi." Jantungnya berdegup kencang. Isabella buru-buru meraih dokumen lain, membuka lembar demi lembar dengan tangan gemetar.
613 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

“Dia hanya seorang asing. Seorang tawanan kerajaan. Seseorang yang tidak seharusnya—“ Tiba-tiba, Wirya menggerakkan lengannya dalam tidur, membuat selimut tergeser dan memperlihatkan lebih banyak kulit. Dewi Kirani menahan napas. Dalam cahaya bulan yang redup, lekuk otot lengan Wirya terlihat jelas—garis-garis kekuatan yang sedikit berbeda dari wanita mana pun di Wanawaron. Tanpa disadari, tangannya meraih buku catatan kecil dan kuas kecil yang selalu ia simpan di meja dekat jendela. Jarinya bergerak dengan sendirinya, menangkap garis-garis itu di atas kertas—bahu yang tegap, lengkung leher, dagu yang kuat. “Ini... termasuk keindahan,” bisiknya, mencoba meyakinkan dirinya sendiri. “Agar aku
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Pembalasan Elegan

Pembalasan Elegan

batin Yuda. *** Dua bulan kemudian, Suara jeritan kesakitan terdengar menggema di dalam sebuah ruangan bersalin. Saat ini Rika tengah berjuang untuk melahirkan bayinya yang ia kandung selama sembilan bulan lamanya. "Tarik napas, Bu. Buang perlahan. Lalu dorong," ucap dokter obygin yang menangani persalinan Rika. Rika pun mengikuti instruksi dokter tersebut.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai elegi tawa niyusa pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mencari buku digital gratis memang seperti berburu harta karun, tapi ada etika yang perlu diingat. 'Elegi Tawa Niyusa' adalah karya berhak cipta, dan mendistribusikannya tanpa izin melanggar hukum. Beberapa platform legal seperti Perpusnas Digital atau iPusnas mungkin menyediakan akses terbatas dengan membership. Kalau benar-benar ingin baca, coba cek toko buku online resmi—kadang ada promo diskon atau versi sampel gratis.

Sebagai penggemar buku, aku lebih suka mendukung penulis dengan membeli karyanya. Buku-buku bagus seperti ini layak dihargai, dan dengan membeli, kita membantu mereka terus berkarya. Pilihan lain: pinjam di perpustakaan lokal atau tukar buku dengan teman. Lebih ramah kantong dan tetap legal!

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status