Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

"Tapi saya di sini bukan untuk urusan pekerjaan. Saya... saya hanya butuh udara segar. Pekerjaan di kantor sangat menegangkan akhir-akhir ini." Annelise sedikit rileks. "Saya... saya mengerti." Elara melihat buku puisi yang dibawanya. "Saya lihat Anda sedang menulis. Apakah Anda... menyukai puisi?" Annelise tersipu. "Sedikit. Hanya untuk... mengisi waktu." "Saya juga!" kata Elara, nadanya tulus. "Saya baru saja selesai membaca 'Lament of the Southern Wind' karya Tuan Arion. Saya belum pernah membaca sesuatu yang begitu indah."
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 789 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Elegi Cinta Raka dan Nana

Elegi Cinta Raka dan Nana

Soalnya yang udah-udah, pembalasan biasanya lebih kejam. Pukul setengah delapan malam, aku masih asyik dengan ponselku, ngobrol sama Aji via aplikasi hijau. Sampai aku lupa jam makan malam. Lagi asyik-asyiknya ketawa-ketiwi, pintu kamarku tiba-tiba terbuka. Jelas bukan jin yang ngebuka, tak lain dan tak bukan, ya pasti Mas Raka lah, Sang Penguasa Kegelapan, eh, penguasa rumah ding.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

"Ada. Tapi pemilik puisi bebas menjawab tanpa harus memberitahu makna dari puisi tersebut. “Berarti nyindir elegan ya, Pak?” celetuk Arsen. “Sastra memang lahir dari kemampuan menyindir tanpa terlihat marah.” Satu kelas langsung tertawa. Suara pulpen bergesekan dengan kertas terdengar samar di berbagai sudut ruangan. Emma menatap halaman bukunya lama. Dia tidak tahu harus memulai dari mana. Namun, perlahan ia mulai menulis. Tangannya bergerak cepat. Nyaris seperti melampiaskan sesuatu.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Ramalan Buku Merah

Ramalan Buku Merah

Pergelaran tontonan ini belumlah usai. Ramai dan riuhnya pembicaraan atau perdebatan sudah menjadi bumbu yang biasa dalam sebuah pementasan. Elegi gadis itu pun kembali tersiar dan terkumandang di tengah perbincangan. Gadis yang selalu berpura-pura bahagia padahal terus menangis dan termangu dalam kesedihan. Nasibnya berjalan tidak sesuai dengan apa yang pernah ia cita-citakan.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 592 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

rasa sakit kedua pihak untuk sesaat, sehingga mereka bisa merasakan penderitaan satu sama lain secara langsung, sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan saat masih hidup. Langkah ketiga: Penutupan. Kuartet seniman resonansi memainkan komposisi mereka. Bukan lagu kemenangan atau perdamaian yang manis. Melainkan sebuah Lagu Elegi dan Pelepasan. Musik itu menceritakan kisah dua kebanggaan yang besar, bentrokannya yang tak terhindarkan, kehancuran bersama, dan akhirnya—sebuah pengakuan akan sia-sia. Sebuah pengakuan bahwa dalam keabadian yang terperangkap ini, tidak ada pemenang, hanya dua pihak yang kalah selamanya. Lagu itu menawarkan sebuah akhir alternatif: bukan rekonsiliasi (itu sudah terl
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Elegi Cinta Raisa

Elegi Cinta Raisa

Rasa cemburu yang berkelindan di hati sudah sangat menjelaskan bahwa cinta masih ada. Lekas Raisa mengusap matanya yang perlahan berair. Berusaha mensugesti diri agar melupakan semuanya. Ketika Ayu dan Pras menghilang, Raisa berbalik dan melanjutkan membeli barang-barang yang akan dibawanya sebagai oleh-oleh. Bersambung
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Elegi

Elegi

Sekali lagi ia mengabaikan eksistensi sepasang Sura, beserta peri pohon, dan juga sesosok Dragon ketika mendapati isi kotak itu adalah lembaran kayu aspen dengan sebuah tulisan yang begitu rapih di permukaannya. Yang fana ialah waktu Yang nyata ialah kau Dan aku hanyalah ketidakpastian yang membelenggu Air ialah diriku dan kau ialah pijar api yang menggelora Kita hanyalah kepulan asap yang tertiup angin lalu tiada Rindu ialah setiap denyut yang menyesakkan dada Ia jatuh di Bumi yang tak semestinya ia tinggali
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Sebuah euforia aksara yang diusung saban hari oleh para pujangga Sepertinya mulai menguap, terdistilasi mengembun hendak rebah pada awan jenuh yang menghitam Entah akan turun seperti derai hujan rindu penuh elegi, sarkas merangsek agar binasa atau malah mencumbu peluh sebuah asmara Terpenting adalah Seseorang akan terus memungut makna sebagai sarana pembelajar
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai apa itu puisi elegi
Baca
+Pustaka
ELEGI WANITA KEDUA

ELEGI WANITA KEDUA

"Mama lagi berdoa buat Papa?" Amelia mengangguk. "Adek sudah berdoa buat Papa?" "Sudah, Ma." "Ini siram sama air, Nak." Lalu, Amelia mengumpulkan beberapa bunga kamboja yang terjatuh di tanah. Dan meletakkan di pusara Faiz. Dita pun terlihat tengah mencabut rumput yang berada di sekitar makam. "Yuk, Sayang! Satu bulan lagi kita ke sini ya. Pas hari kamis, kita bacakan Yasin bersama-sama."
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 681 kali sebagai apa itu puisi elegi
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
pesbuk
Penyampaian ceritanya bagus.... Menurutku sih Romi n Amel jg egois dr awal. Menurut Agama jg menikah antara Keponakan dan Bibi/Paman itu haram, kecuali sang paman blm menggauli istrinya, lhaaa ini kn udah jelas2 ada c Dita, jelas haramnya. Bisa digoogling qo
Chin_ER
Cerita yang sangat bagus. Percintaan yg rumit antara Amel dan Romy, Keteguhan Amel dan Salsa, Kebodohan dan penyesalan Romy serta cinta sejati dari Adrian utk Amel dan Pengorbanan Salsa utk Romy yang luar biasa
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Wira tiba-tiba melanjutkan lagi dengan suara yang sedih, “Prestasi yang sudah dibangun selama berpuluh-puluh tahun terasa bagaikan debu yang tak berarti, berapa banyak pergolakan yang sudah terjadi dalam perjalanan untuk mencapai kedamaian. Jangan biarkan masa muda berlalu begitu saja dan meninggalkan penyesalan di hari tua.” Duar! Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Setelah hening sesaat, semua orang pun menjadi heboh. Putro, Gading, Iswanto, dan Kuswanto mulai menulis. Saat menulis, air mata mereka pun menetes. Bagi seorang cendekiawan, puisi hanyalah salah satu cara untuk menyuarakan pemikiran mereka, bukanlah tindakan sebenarnya. Namun, apa yang dilafalkan Wira sudah menyentuh h
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153.7K kali sebagai apa itu puisi elegi
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status