Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Girl for Rent

Girl for Rent

"Lumayan!" Andre kemudian mengapit satu buah dimsum menggunakan sumpit di tangannya, lalu mengarahkan makanan asal cina itu ke hadapan wajah Puspa seraya berkata, "Mau coba gak? Ini enak lho! Aaaa!"
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai apa pun
Baca
+Pustaka
Janji Suci Yang Terbagi

Janji Suci Yang Terbagi

sapa pelan Manda. "Halo, Manda," sapa Papa sembari tersenyum. Manda menghampiri Papa Hendra, lalu mencium punggung tangannya. "Apa kabar?" tanya Papa. "Baik, Pa," jawab Manda dengan menundukkan kepalanya. "Pak Hendra, mau minum apa? Teh atau kopi, Pak?" Ayu menawarkan. "Teh saja, Yu," "Iya, Pak. Sebentar ya," lalu Ayu mengajak suaminya untuk membantu di dapur.
23.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 532 kali sebagai apa pun
Baca
+Pustaka
Ketika Janda Ketemu Duda

Ketika Janda Ketemu Duda

“Oke … aku pesan ya.” Aruna mengangguk. “Ada lagi? Kamu mau waffle? Atau tahu lada garam? Ini ada singkong Thailand juga, atau kamu ma—“ “Maaaas, udah cukup … aku enggak kelaparan banget,” protes Aruna menahan suaranya dengan sorot mata galak. “Ish … juteknyaaa maminya Ara.” Adrian menggerutu di dalam hati tapi bibir pria itu mengulum senyum.
10429.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.0K kali sebagai apa pun
Baca
+Pustaka
Tunangan Direbut Paksa, Diincar Pria Buruk Rupa

Tunangan Direbut Paksa, Diincar Pria Buruk Rupa

kilah Alula. “Betul, Pril?” Fauzi memastikan. “Ho’oh betul. Soalnya kemarin pas aku mau nginep di panti. Nih, La, si Paus tadi bawa makanan dari kafenya. Menu baru katanya. Namanya apa, Us tadi?” Aprilia mengalihkan bahasan. “Namanya lula bakar saus pedas manis.” “Lah, kenapa namaku dibawa?” Alula tertawa.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai apa pun
Baca
+Pustaka
Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?

Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?

Pak Unang lalu menghampiri Intan yang sedang sibuk dengan gawainya. "Gimana kabar kamu hari ini, Sayang?" tanya Pak Unang dengan nada lembut. "Baik, Pa," jawab Intan dengan senyuman. "Gimana perasaan kamu ke Papa? Apa kamu masih marah?" "Udah nggak, kok. Intan udah nggak marah lagi sama Papa." "Alhamdulillah! Bagus kalau begitu. Sekali lagi, Papa minta maaf ke kamu, ya!"
8.567.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai apa pun
Baca
+Pustaka
Dikira Gadis Kampungan Ternyata Sultan

Dikira Gadis Kampungan Ternyata Sultan

"Apa! Kritis?" . .
10127.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai apa pun
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Khusnul Tikwati
Kalau aku jadi syakila, udah aku obra abrik pesta pertunangan kamil dan mengatakan pada tamu undangan kalau kamil cuma seorang pembohong dan penipu. biar tahu rasa ksluarga itu. lanjut ya ka. jangan lama² updatenya
Harun Zaki
sudah baca sampai selesai, tapi ceritanya masih menggantung. ada beberapa yang belum tuntas 1. bagaimana kelanjutan kasus yang menimpa Maharani dgn suaminya 2. kelanjutan keluarga Kamil 3. happy ending tokok utama dalam cerita ini
Baca Semua Ulasan
Enggan Punya Anak

Enggan Punya Anak

“Ya mau gimana lagi? Nasibku ndak beruntung punya menantu bisanya cuma dandan, ndak bisa ngurus suami, sekarang malah kerja ndak jelas.” “Jangan-jangan adik iparmu kerja nggak bener lagi, Yul. Ngakunya jadi asisten MUA, siapa tahu dia menjajakan diri di luar–” PRANG! Piring berisi potongan apel itu kulemparkan di atas meja. Semua orang terlonjak kaget. Dada ini sudah meletup-letup kepanasan. Jantung terasa hendak meledak saking marahnya.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai apa pun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status