Benih Yang Kau Tanam
ancam wanita itu pada Rania.
"Lucu sekali, bukankah di sini aku adalah korban? Tapi mengapa kalian bersikap seolah aku adalah tersangka?" Rania mengatur emosinya, "kalau malam itu kamu tidak memberiku obat sialan itu, semua itu tidak akan terjadi. Kakakmu yang tega merenggut masa depanku, menitipkan benihnya di rahimku. Menjanjikan sebuah tanggung jawab tapi malah menikah dengan orang lain, lalu mengancam akan menggagalkan pernikahan kakakku kalau aku membuka suara. Tapi mengapa sekarang aku yang seolah berbuat jahat pada kalian?"
"Kamu sudah hidup bahagia di luar sana, mengapa harus kembali ke sini?"