Persalinan yang Terpaksa Ditunda
"Bagaimana kalau kubawa dia ke rumah sakit dulu? Bagaimanapun juga, dia sedang mengandung satu-satunya anakmu. Kalau sampai terjadi sesuatu..."
Arga terdiam beberapa detik, seolah sedang menimbang-nimbang.
Kemudian, suara Arga melunak. "Baiklah, kalau begitu bawa saja dia..."
Tiba-tiba sebuah suara yang manja menyela, "Arga, aku lapar dan mau makan kue. Kata dokter, kalau kenyang aku akan punya tenaga untuk melahirkan."
"Dian, kamu mau melahirkan? Jangan khawatir, melahirkan itu nggak sakit sama sekali. Aku bahkan masih bisa berdiri dan menari salsa, kamu pasti juga bisa."
Hot Chapters