Suami Idiotku Ternyata ....
titahku seraya bermanja didadanya.
"Loh, memangnya aku cinta kamu?" Arsen mengernyitkan dahinya seraya mengulum senyum.
"Barusan kamu sendiri kan yang bilang, kamu bisa merasakan yang namanya cinta," ucapku seraya mengerucutkan bibirku.
"Iya, aku bisa merasakan cinta dari kamu. Memang kamu yang cinta sama aku 'kan?" godanya.
"Ish! Nyebelin deh! Tinggal ngaku aja, susah banget, sih!" kesalku seraya membelakanginya.