Hasrat Terlarang Kakak Ipar
Ari menunjuk ikan nila merah.
“45 ribu aja, Mas. Segar ini, baru turun dari tambak,” jawab pedagang dengan ramah.
Ari mengangguk, membeli beberapa ekor, lalu beralih ke lapak sayuran.
Kangkung, bayam, dan cabai ia masukkan ke kantong plastik. Tak lupa ia membeli mangga harum manis yang mulai matang.
Semua ia lakukan bukan dengan senyum, melainkan dengan wajah muram, seolah langkah itu hanyalah kewajiban untuk menghapus dosa.