Pengorbanan Cinta (Ketika Cinta Tergadaikan)
Filzah mengangguk dan tersenyum lembut.
“Tadi kamu tanya tipe calon pendampingku, ya? Tipeku gadis yang sederhana, dewasa, cantik itu relatif, bisa memahami aku, dan bisa nerima aku apa adanya. O iya, ada lagi, tidak menghalalkan berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya, tidak egois, dan tidak manja,” jawab Arash menghadap ke arah Filzah dengan senyuman tipis, senyuman yang lebih terkesan menyeringai. Filzah tidak paham maksud senyuman itu, apalagi mengartikannya. Gadis cantik itu tidak merasa kalau Arash sedang menyindirnya karena memang kebenarannya tidak seperti itu. Pemuda di depannya itu penuh misteri. Memang Arash layaknya Zidan yang sudah seperti kakaknya sendiri. Mereka biasa kelu
Hot Chapters