Devil Beside You
“Kita sudah tidak lagi muda, Arthur. Kita bahkan sudah memiliki tiga belas cucu yang hebat. Kelak, akan ada fase di mana kita yang menjadi bintang paling terang.”
Arthur menangkup kedua pipi Bianca. “Aku merasa seperti baru kemarin jatuh cinta pada seorang designer ternama yang berbakat.”
Bianca tersenyum. “Sudah puluhan tahun kita bersama, Sayang.”
Arthur mengangguk, dan memeluk Bianca. “Apa kau takut pada kematian?”
Bianca menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku sama sekali tidak takut pada kematian. Aku yakin kelak kita semua akan berkumpul lagi.”