Perempuan Kopi
Matanya mengawasi tanaman dalam pot yang tersusun di antara tanaman perdu.
“Ya Tuhan, aku tahu. Ada banyak hal yang mampu membuat seorang merasa bahagia, dan banyak hal juga yang bisa membuat orang merasa muak. Bukankah begitu, Tuhan? Aku pikir, semakin ke sini, aku pun merasa semakin muak. Aku bosan menulis, aku bosan berpikir, aku bosan melakukan apa pun. Aku tak ingin menjadi orang yang terus memeras otak dengan kisah-kisah absurd dalam novel-novelku itu. Aku pikir, mungkin aku akan menjadi gila. Kenapa aku merasa sefrustasi ini? Padahal, aku tidak memikirkan apa pun. Ah! Sandy… hanya laki-laki itu yang kupikirkan. Kenapa dia pergi tanpa pesan? Kenapa dia menghilang? Apakah memang nasibku
Hot Chapters