Dekapan Hangat Pacar Sahabat
Di sela-sela keputusasaannya, Adip berdiri, memandang malam yang gelap gulita, kepalan tangannya mengepal kuat, lalu dia berteriak, “Sakit!... Sakit tau nggak, ha?! Kapan semua ini berakhir, Tuhan?! Kapan orang tua gue bisa lihat gue sebagai anak?! Gue capek Tuhan… gue capek!”
Adip ambruk, Ia terkulai di lantai kayu yang kasar, teriaknya berubah menjadi isakan, sebuah pelepasan yang justru membuatnya merasa kosong. Rasanya… teriakan itu tidak mampu mengubah apa pun.
Adip merogoh ponselnya di saku jaket, gadis cantik langsung menyambut netranya saat dia menyalakan ponsel tersebut. “Andai aja kamu di sini, La, mungkin gak akan sesakit ini,”
Hot Chapters