Gairah Liar Perselingkuhan
kataku, mencoba terdengar santai, meskipun kata-kataku terasa seperti racun di mulutku.
Hananta mengangguk pelan, tetapi matanya menyiratkan sedikit keraguan. “Oh… gitu. Yah, biasa lah ya. Dunia kita memang penuh sama yang beginian. Tapi tetep, lo harus hati-hati, bro. Apalagi kalau udah nyangkut istri orang. Itu mainan berbahaya,” katanya sambil menepuk bahuku.
Aku memaksakan tawa kecil, mencoba mengakhiri pembicaraan ini secepat mungkin. “Iya, Ta. Gue tahu. Makanya gue juga langsung cabut. Kepala gue udah berat banget.”