Gadis Lugu Menemukan cinta Sejatinya
“Lihat, suka nggak?’
Saat kubuka, ternyata itu kalung edisi terbaru dari merek yang biasa kubeli, yang baru saja kukirimkan padanya kemarin.
Seolah tahu apa yang akan kukatakan, dia langsung memakaikannya untukku dan berkata,
“Ini kubeli dengan uang hadiah lomba dan sekarang kuberikan padamu, ini sudah menjadi milikmu.”
“Dan kamu itu orang tulus, bukan orang bodoh! Hanya saja kamu salah pilih orang dulu.”
Meski suhu di ujung jari terasa dingin, darahku malah terasa mendidih.
Albert berhenti sejenak, seperti ingin berjanji padaku,
“Pilih aku saja, aku nggak akan mengecewakanmu.”
Detak jantungku terasa begitu keras hingga menggema di telinga.
Bab Populer