Pelukan Terlarang
Ia yakin, Arga tidak akan bermain-main kali ini, jebakannya pasti lebih berbahaya.
Di sisi lain kota, Arga memandang layar laptopnya, menampilkan rekaman CCTV dari kantornya. Ia sudah mengantisipasi setiap langkah Hana. Sebuah senyum tipis muncul di bibirnya, jari-jarinya mengetuk meja dengan irama yang pelan. Saatnya, bisiknya, suaranya dingin dan menusuk. Ia langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan sebuah pertemuan yang terlihat aman, padahal itu adalah sebuah perangkap mematikan.
Hot Chapters