Kita yang Terluka
“Wah, ini beda, ya. Warna latarnya juga lebih segar. Yang sebelumnya terlalu gelap, kayak restoran fine dining. Padahal usaha saya kan kafe-kafe makan kekinian.”
"Iya, Mas. Saya sesuaikan dengan karakter usahanya. Target pasarnya juga anak muda dan keluarga, jadi nuansa warnanya lebih cerah dan hangat.”
“Yang ini, spanduk promo 'Nasi Iga Sambal Mertua', saya suka. Tulisan ‘Pedasnya Bikin Balikan’ itu ide kamu ya?”
“Iya, Pak. Iseng-iseng aja, tapi semoga bisa viral.” Adelia tertawa melihat Antonio mengacungkan dua jempol padanya.
Chapitres populaires