Mendadak Menikahi Pria Cacat
kata Bu Ajeng, dengan senyum palsu yang dibuat senatural mungkin
"Iya, Bu. Pagi ini aku pengen bubur, beruntung aku punya istri yang baik dan pengertian seperti Amara, dia langsung membuatkan bubur ini untukku, begitu aku bilang kalau aku pengen makan bubur. Selain cantik istriku itu juga baik kan, Bu," dengan rasa bangga, Adit memuji istrinya di hadapan keluarganya. Walau dia tau sampai sekarang Adel dan Bu Ajeng sangat membenci istrinya, tetapi dia tidak perduli dengan semua itu.
Adit tak henti-hentinya menatap Amara dengan sorot mata penuh kebanggaan. Sesekali dia menyuapkan makanan dengan tangan kirinya yang masih kaku, lalu tersenyum lebar sambil berkata
Hot Chapters