Penyamaran CEO Tanaka
Pesan dari ibunya baru saja masuk:
“Nak, hati-hati di sana. Ibu sering mimpi kau berjalan di tempat asing sendirian. Jangan lupa berdoa sebelum tidur.”
Maya tersenyum tipis, tapi senyum itu tak sampai ke matanya.
Kepalanya masih dipenuhi pertanyaan yang tak kunjung selesai — siapa sebenarnya Ardi, dan kenapa semua hal di sekelilingnya mulai terasa seperti ilusi.
Ia menatap ke luar jendela, hujan masih turun, membentuk pola tak teratur di kaca.
“Kenapa semuanya terasa salah?” gumamnya pelan.