Ketika Luka Menyapa
Jika memang akan kembali seperti sedia kala, maka dengan senang hati akan aku utarakan semua isi hatiku," Semakin jatuh berderai air matanya mengucapkan semua itu. Afif bungkam mendapatkan semua pertanyaan itu, sungguh ia menyadari betapa terlukanya istrinya saat ini.
Kemudian Arumi kembali melanjutkan perkataannya dengan lirih "Tapi itu semua mustahil akan kembali, keadaannya sekarang sudah berbeda, aku bukan lagi satu-satunya prioritasmu, cinta dan kasih sanyangmu tak lagi utuh untukku, dan mungkin kamu akan lebih sering bersamanya demi memenuhi keinginanmu untuk segera mempunyai buah hati. Aku berusaha ikhlas, mas. Tapi, ini begitu sulit untukku, mas." tubuh Arumi semakin terguncang karen
Hot Chapters