Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MONSTER

MONSTER

Aku semakin larut dalam aksi mencari tahu siapa itu Joan sampai-sampai tidak sadar kalau Irish dan teman-teman yang lain berteriak karena ada bola basket mengarah kearahku. Tepat. Iya, bola basket itu tepat kena kepalaku. Wah, tiba-tiba ada banyak sekali burung terbang mengelilingi kepalaku. Sampai akhirnya aku menjatuhkan ponselku dan semuanya gelap. ********* Aku membuka mataku dan pandangan yang pertama kali aku lihat adalah Irish yang sedang menyodor-nyodorkan minyak kayu putih ke arah hidung ku. Padahal dia tahu kalau aku membenci bau itu.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 85 Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
Taubat Sang Pendosa

Taubat Sang Pendosa

Sayup-sayup kudengar suara teriakan dan pembicaraan beberapa orang di depan pintu kamar yang terbuka. "Ini harus diusut tuntas, Pa." "Ini aib, Pa. Aib." "Alah pisah aja. Apalagi yang harus dipertahankan." "Riska harus nurut. Gak ada kata tidak." Suara-suara itu membuat kepalaku semakin pusing. Entah siapa yang berbicara, aku tak peduli. Kupejamkan mata ini hingga rasa sakit itu hilang seketika. ***
108.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 231 Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
METAMORFOSA

METAMORFOSA

Buku pelajaran yang tengah dibukanya pun langsung ditutup. Matheo mencoba memejamkan matanya, tapi lagi-lagi gagal. Perasaannya benar-benar gelisah. Ia pun langsung bangkit dari atas ranjang berjalan menuju ke arah jendela kamar. Matanya menatap ke arah atas memperhatikan langit yang terlihat begitu cerah. Pikirannya pun terus berputar ke arah belakang. Di mana semua kejadian demi kejadian yang dialaminya benar-benar berputar seperti sebuah tayangan bioskop.
1018.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 720 Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
BAD TRIP

BAD TRIP

Gadis itu gegas memutar kendali laju, melesat tanpa memikirkan keselamatan diri Tiba di tempat tujuan, motornya diparkir asal. Tanpa menanggalkan helm, Nadia berlari masuk ke klinik. Langkah seribunya naik ke lantai dua mencari-cari nama dan nomor kamar yang tadi disebutkan. Napas berhenti sesaat ketika mata gadis itu membaca nama kamar yang dia cari.
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Lutut Alexander lemas, dia jatuh ke lantai. Mafia berdarah dingin itu, pria yang pernah menembus hujan peluru tanpa sekalipun mengedipkan mata, benar-benar hancur. Dia merangkak ke sisinya, tangan gemetar menyibakkan rambut yang kusut dan berlumuran darah dari wajahnya yang tak bergerak. "Alana! Bangun! Ini nggak lucu!"
57.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.9K Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
Sweet Chaos

Sweet Chaos

“Mana kutahu. Yang jelas, aku takut lewat sana.” “Kenapa? Sama orang masa takut.” Maura kembali geleng-geleng. Tatapannya lebih sering fokus pada layar laptop ketimbang Sena yang sedang bercerita. Habis, cerita Sena tidak mutu. Tidak jelas juga. “Cowok yang tadi aku bilang. Dia moto aku. Buat apa coba?” “Kenapa kamu bisa tau kalo dia moto kamu? Katanya dia di atap?”
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 126 Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

POV Adrian Dalam kegelapan malam, aku duduk sendiri di kamarku, merenungkan perasaanku. Rasa sakit dan kekecewaan mengalir dalam diriku setelah mengetahui bahwa Livia mungkin mendekatiku hanya sebagai bagian dari rencana. “Aku menyesal telah mengetahui semua ini,” bisikku pada diri sendiri.
2.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 57 Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
Rahasia di Rumah Maduku

Rahasia di Rumah Maduku

Kelelawar pun bisa bangun kalau mendengar suaranya. Ami terlihat kesal, dia mau menamparku lagi dengan tangan satunya. Aku masih dengan sigap menangkis. Kini dua tangannya ada dalam genggamanku. "Ya Allah, ada apa ini, Mpok Ati. Kenapa madumu ini udah ngamuk pagi-pagi." tanya Bu Ida. Salah satu tetanggaku. "Entahlah, Bu. Enggak waras dia, nuduh aku penyebab Mas Farhan meninggal. Nyalahin aku karena dia jadi janda. Memangnya dia saja yang jadi janda!" timpalku kesal.
105.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 171 Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
Unspeakable Time

Unspeakable Time

Dia makan, minum, tidur, tertawa dan menangis di dunia novel ini. Dan menyimpulkan dengan sesederhana itu sungguh membuatnya hampa, karena bagi Serish, dunia ini nyata. Senyata rasa sakit dalam ingatannya ketika dia mati di kehidupan terdahulunya. Serish memejamkan mata dengan kuat. Kepalanya kembali berdenyut nyeri saat ingatan lain muncul. Novel itu berjudul Appocalypse Roses.
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 88 Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
Kubalas Madu Dengan Racun

Kubalas Madu Dengan Racun

"Maaf, kamu pikir Aa bodoh. Kamu bilang masih gadis, tapi Aa nggak menemukan darah kegadisan kamu?" "Waktu kecil aku pernah jatuh, Aa." "Kalau Aa nggak percaya, ya, sudah. Nggak apa-apa." Bayu merengut kesal, mana bisa dia percaya jika gadis di hadapannya masih suci jika tidak menemukan darah perawan dalam malam pertama mereka. Pria jangkung itu bangkit dari ranjang. "Aa, mau ke mana? Belum selesai ini, tanggung," ujar Mawar.
1030.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang at the mountains of madness
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status