Antara Ambisi dan Cinta
“Kamu enggak akan bisa. Daddy pasti ngamuk kalau aku tiba-tiba hilang.”
“Biarin,” sahut Ezra, separuh bercanda, separuh serius. “Aku lebih takut kehilangan kita daripada dimarahi Daddy Kenzo.”
Malam itu berakhir dengan kehangatan. Mereka pun mulai mendiskusikan detail. Destinasi mana yang paling mungkin setelah proyek rampung: Eropa Timur dengan kastil-kastil tuanya, atau Maldives dengan laut sebening kaca? Cantika mengusulkan Switzerland–Italy open trip karena katanya “bisa sekalian wisata kuliner tanpa harus ribet nyusun itinerary.” Ezra, meski lebih suka perjalanan privat, hanya mengangguk—selama Cantika bahagia, ia bisa menyesuaikan.