Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nightmare

Nightmare

Deja Vu ? Bukan, itu bukan Deja vu, tapi Precognitive Dream. Aku sering mengalami Precognitive Dream. Deja Vu dan Precognitive Dream jelas berbeda, Deja vu hanyalah perasaan seolah-olah kita pernah mengalami suatu peristiwa yang nyatanya baru kita alami. Tapi, Precognitive Dream yaitu salah satu mimpi kita yang menjadi kenyataan, kita ingat pernah memimpikan suatu hal dan tanpa kita duga mimpi itu menjadi kenyataan. Coba bayangkan bagaimana menderitanya aku mengalami hal tersebut.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

tambah Kevin heboh, salah satu tukang kompor di geng mereka. “Mau taruhan? Kalau dia main sama gue malam ini, kalian bayar satu juta perorang. Kalau gue kalah, malam ini gue yang traktir gimana?” usul Ali tiba-tiba, mereka tampak antusias setuju dengan gagasan itu. Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

Pukul 04.16 pagi. Di kamar utama yang temaram, suara beep-beep pelan dari smartwatch di pergelangan tangan kiri Shaquelle terdengar lirih. Layar jam yang biasanya hanya menampilkan grafik tidur, detak jantung, atau pengingat meeting mendadak menyala dengan tampilan berbeda. Biometric Alert: Detected irregular hormonal fluctuation on shared-sleeping proximity.
1040.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
Wake Up!

Wake Up!

Rasanya sedikit haus, tangannya bergerak membuka koper dan mengambil satu botol yogurt kesukaannya. Neyza sendiri hanya geleng-geleng, baru setelahnya mulai duduk di ranjangnya untuk meregangkan otot-ototnya yang hampir kaku karena pindah kamar yang cukup jauh. Tatapannya lurus ke atas, menatap bagian bawah ranjang Ulyn yang sepertinya sudah ditempati dengan nyaman. Sampai setidaknya, tanpa sengaja menatap sebuah kertas beberapa kertas buram dalam satu lipatan tebal berada di dekat koper milik Dinda.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
ALARICK

ALARICK

Haruskah dia membangunkan Nerissa atau dia gendong saja? Beberapa menit Alarick termenung di samping sofa di mana Nerissa tertidur, hingga akhirnya memutuskan untuk membangunkannya. “Nerissa.” Tak ada nada lembut, juga tidak keras. Namun cukup untuk membuat Nerissa terlonjak. Gadis itu mengerjap, butuh beberapa detik hingga kesadarannya kembali utuh. “Hmm?” gumamnya pelan sambil menggeliat ringan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Ibunya menangis kencang tetapi Reviline hanya bisa melihatnya dari celah pintu kamarnya yang sedikit terbuka. Pemuda itu menghembuskan napas kasar disertai asap rokok yang keluar dari mulutnya. Memilih merogoh kantong longcoatnya lalu menengguk aspirin. Kepalanya ia sandarkan di sofa sembari melihat notifikasi yang baru saja masuk ke ponselnya. 'JALAN BLOUSE NOMOR 54, KOTA MARLEY.'
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
STAKEOUTS

STAKEOUTS

Sinar menyilaukan membuat bola mata yang terbungkus kelopak itu bergerak. Suara samar debur ombak juga ayunan pelan, mulai bisa pria itu rasakan kembali setelah beberapa jam lalu tubuhnya dikuasai oleh obat perangsang. Perlahan, mata dalam itu terbuka dan berkedip untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam manik aswadnya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

ucap Meera saat ia mengangkat gagang telepon kantornya. Meera memencet beberapa tombol pada telepon dan sedang menunggu panggilan tersambung. Tak perlu menunggu lama, orang di seberang mengangkat panggilan tersebut pada deringan pertama, membuat degup jantung Meera berpacu karena ia akan berhadapan dengan Varo untuk meminta izin pulang cepat sore nanti. “Halo,” ucap Varo di seberang telepon.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Alan menarik kursi dan duduk di samping tempat tidurku. Aku menggeleng, “sudah lebih baik.” Alan tersenyum, “syukurlah. Untuk sementara kamu harus dirawat di sini hingga benar-benar sembuh.” Aku hanya bisa mengangguk. Alan mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang, “Carissa sudah sadar.” “....” “Baiklah. Akan kusampaikan,” Alan menutup telepon lalu menyimpan ponselnya. Aku penasaran siapa yang diteleponnya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
PESONA

PESONA

TWO WEEK Kelopak mata Ayla mulai membuka perlahan dan ia melihat kamar sekitar nya yang bukan seperti kamar nya yang imut berwarna pink khas cewek banget kalau ini mah terlalu monotong hanya dengan dua warna yaitu abu-abu dan putih. "Pagi, sekarang kamu makan dulu sarapan dan obat nya", ucap gio membuat Ayla kaget dan spontan mundur. "Kemarin kamu pingsan di gudang, saya menemukan kamu, dan saya tidak tahu rumah kamu jadi saya bawa kamu kesini tenang saja saya engga melakukan apapun kok ke kamu" Ayla tahu ini kalimat terpanjang yang pernah Ayla dengar dari mulut dosen galak nya. Ayla mulai memakan sarapan nya namun terhenti saat dosen galak nya membalik badannya ke arah Ayla.
1015.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai awakes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status