YOU
suara teriakan Sean tengelam bersama dengan hilangnya tubuh mungil itu dari pandangan.
"Ibu.....!" kelopak mata Sean seketika terbuka lebar, keringat dingin membasahi pelipisnya, tersadar bahwa dirinya hanya bermimpi.
Sean terbangun dari posisi terbaring, melirik sekilas jam yang melingkar ditangannya. Ketakutan langsung merayap di benak Sean saat menyadari bahwa dia sudah terlalu lama meninggalkan Kesya.
Hot Chapters