SUAMIKU SAINGANKU
Hujan deras itu membuat semuanya terasa lebih dingin, tapi amarah di dadaku justru memanaskan suasana.
"Ayo, kita pulang," kataku akhirnya, masih menggenggam erat tangannya dan berjalan cepat.
Arga terdiam, kemarahan yang tadinya membakar kini tertahan oleh kejutan yang tak pernah kubayangkan. Arga tiba-tiba menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Tangannya erat di pinggangku, sementara wajahnya begitu dekat hingga aku bisa merasakan hangat napasnya yang kontras dengan dinginnya hujan.
Hot Chapters