PAPAKU MASIH BUJANGAN
Aufa mengangkat tangan, memberi isyarat agar Dinaya diam sejenak karena dia ingin menjawab telepon.
“Halo? Dimana?” tanya Aufa cepat pada seseorang yang meneleponnya.
“Oh udah deket itu, liat deh ada ruko sebelah kiri, tulisan Bubur Ayam Mang Brewok. Kita di lantai dua ya.” Setelah menutup panggilan telepon, Aufa tersenyum lebar.
“Siapa sih?” tanya Dinaya penasaran.
“Ntar liat aja sendiri, orangnya udah di bawah.”