Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebening Senja

Sebening Senja

Berat dan sesak. Gelas itu hampir saja terjatuh dari genggaman, saat Senja mengingat kembali ucapan Bening di bawah rinai hujan sore itu, beberapa tahun silam. *** "Fadil, sudah dapat informasi tentang gadis itu?" Bu Silvy menarik asisten pribadi anaknya itu ke ruang perpustakaan keluarga, untuk menghindari tatapan kecurigaan orang yang melihat.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
Raja Iblis Itu Terobsesi Padaku

Raja Iblis Itu Terobsesi Padaku

tambahnya, membuat Serena semakin penasaran. "Buku apa?” Serena bertanya dengan antusias, mendekatkan tubuhnya ke arah Lucifer. "Aku juga mau baca,” tambahnya, dengan mata amber yang berbinar penuh harapan. Lucifer tersenyum santai, namun jawabannya membuat Serena terkejut. “Yahh, sayangnya sudah kumakan." "Apa?” Serena berkedip bingung, tidak percaya apa yang didengarnya.
379 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Pov Elman "Mau apa dia kesini?" Tanya Nira dingin. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang. Edan Dita, kenapa dia nekat datang ke sini? Bisa ngamuk Nira nanti, kalau hanya ngamuk, kalau langsung kabur gimana? "Mau bicara sama Bu Nira," jelas Suster Sari, yang masih berdiri di depan pintu.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

Bukannya menjerit ketakutan melihat penampilan tiranku yang setengah bertelanjang dada dan memancarkan aura iblis, Serena justru menghela napas pelan. "Kau bukan Lucas," bisiknya. Suaranya sehalus sutra, namun memiliki gema yang membuat kewarasanku bergetar. Dia menatap lurus ke arah kelima kelopak Teratai Emas Hitam di dadaku yang sedang berdenyut mencari mangsa. Sudut bibir Serena perlahan tertarik, membentuk senyum melankolis yang sangat berbahaya.
9.8213.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.7K kali sebagai baca serena
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Teguh Imam
sebenernya bagus sih crita awalnya karena kesetiaan kepada Amanda istri sahnya tp semakin lama critanya menyimpang dari seharusnya..ayah mertua yg seharusnya melindunginya malah menggagahi Amanda menantunya sendiri,sedangkan Rey suaminya malah selingkuh..aku harap Rey bisa berubah tetap pada Amanda
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Bukan Untuk Dicintai

Bukan Untuk Dicintai

Enam kata: Jangan datang ke acara itu sendirian. Serena membaca pesan itu sekali. Lalu menutup aplikasinya dan menyiapkan blazer hitamnya untuk Jumat malam. Ia tidak punya siapa pun untuk diajak. Dan ia tidak pernah butuh. Gala dinner itu persis seperti yang ia bayangkan: setelan mahal, jabat tangan terlatih, tawa yang keluar di waktu yang tepat. Serena mengambil segelas air mineral dan menempatkan dirinya di sudut dengan pandangan terluas.
579 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat dan Obsesi Tuan Kendrick

Terjerat Hasrat dan Obsesi Tuan Kendrick

Wajah Kendrick terlihat begitu tenang berbeda saat Kendrick terbangun maka wajahnya terlihat tanpa ekspresi dan aura dingin menyebar. Serena mengambil bathrobe yang ada di lantai dan segera mengenakannya. Namun, ketika dia akan melangkah turun dari tempat tidur terdengar dering telepon membuat Serena segera mengangkat teleponnya dan mendengar suara Evan di seberang. "Hai, Serena! Aku punya kabar baik untukmu," Evan berkata dengan suara yang ceria. Serena penasaran dan bertanya, "Ada apa, Evan?”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

SANTET PAKAIAN DALAM 11 Tepat tengah malam, Ita duduk di kursi menghadap jendela kamar Nining. Ia menaruh meja kecil di depan jendela kamarnya, menempelkannya ke tembok. Di atasnya Ita menaruh cawan yang telah ia isi dengan air, di atas permukaan cawan itu ia taburi bunga. Lalu dengan silet Ita melukai ujung jari telunjuk dan jari tengahnya. Darah menetes ke dalam cawan. Kemudian Ita mengaduk-aduk isi cawan tersebut, sehingga air yang tadinya bening seketika berubah warna menjadi merah. Secuil kemenyan ia bakar, baunya menguar menusuk indra penciuman. Asap itu meliuk-liuk disapu angin. Setelah Itu Ita menutup matanya, menangkupkan kedua tangannya di atas kepala. Mulutnya berkomat-kamit me
9.37.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!

Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!

Itulah ucapan yang selalu Damar katakan setiap kali Bram memintanya untuk istirahat. Di dalam ruangan yang tenang itu, Damar sedang duduk sambil menggenggam tangan Serina yang kini sudah tidak lagi sedingin sebelumnya. Ia sedang membacakan kembali beberapa bait dari buku harian Serina, bagian yang menceritakan tentang harapan-harapan kecil Serina, bukan tentang kesedihan. Ia berharap suaranya bisa menjadi jembatan bagi Serina untuk kembali menemukan semangat hidupnya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
BALASAN UNTUK IBU TIRI SERAKAH

BALASAN UNTUK IBU TIRI SERAKAH

Tamat Terimakasih teman-teman yang sudah baca dan mengikuti on going buku ini. Saya sangat bahagia dan terharu. Love you. Maaf jika tidak bisa memberikan cerita yang lebih bagus dari ini 🙏
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

bisik Rendra pelan, nyaris tenggelam oleh suara deburan ombak di bawah tebing. Selin terpaku. Ia ingin menjawab, tapi tenggorokannya mendadak kering. Ia hanya mampu meremas pelan kemeja Rendra. Itu bukan bagian dari arahan fotografer. Bukan juga sekadar pose untuk kamera, hanya respon spontan. Selin hanya bisa terdiam, membiarkan angin Bali menyapu wajahnya yang mulai merona.
10800 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai baca serena
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status