Pernah suatu kali aku sedang mengikuti kajian di masjid dekat rumah, dan ada pertanyaan serupa yang diajukan oleh seorang jamaah. Ustaz yang memberikan tausiyah menjelaskan bahwa dalam berdzikir, memang ada tuntunan dari Rasulullah SAW yang bisa kita ikuti. Misalnya, bacaan tasbih, tahmid, dan takbir yang sering dibaca setelah shalat. Tapi, beliau juga menekankan bahwa dzikir pada dasarnya adalah mengingat Allah, dan selama niat kita tulus, tidak ada salahnya jika urutannya tidak persis sama. Yang penting adalah konsistensi dan kekhusyukan dalam melakukannya.
Aku sendiri sering menggabungkan berbagai macam dzikir yang kupelajari dari berbagai sumber. Kadang aku mulai dengan 'Subhanallah', lalu 'Alhamdulillah', dan diakhiri dengan 'Allahu Akbar'. Tapi di waktu lain, aku mungkin memulai dengan 'La ilaha illallah'. Menurut pengalamanku, yang paling penting adalah bagaimana dzikir itu bisa menenangkan hati dan membuatku semakin dekat dengan Allah. Bukankah esensi dzikir sendiri adalah untuk mengingat-Nya dalam setiap helaan napas?