Yuk, Nikah!
“Sebenernya aku lagi nunggu seseorang. Dan dia sekarang ada di sini juga, merhatiin dari bawah di antara kerumunan. Itu, dia yang pakai kemeja polos biru gelap.
Baju biru gelap? Aku langsung melihat diri, ah ... maksud Vivi apakah aku? Sial! Mukaku langsung merah padam. Terlebih ketika suasana tambah riuh. Aduh, tambah kacau. Kenapa pula Vivi bilang begitu.
“Baju biru mana? Di sini banyak, coba bisa tunjuk orangnya aja? Aduh, Bro. Ternyata kamu punya saingan.”