Di Balik Senyum Istri
“Maksud gue kita pulang ke rumah Bagas, kita cek di sana. Rupanya dia hanya salah pengucapan. Kami sampai di kediaman Mas Bagas, rumahnya memang tak seluas rumahku, tapi model bangunannya sangat cantik, dengan cat warna pink. Percuma saja kamu mengingat semua hal manis yang telah berlalu, kini hadirnya pun hanya akan jadi kenangan selamanya.
Aku sangat menyukai warna pink, sedang Mas Bagas sangat membenci warna yang katanya jadi simbol kefemininan dan warna perempuan. Namun, apa yang dia lakukan sekarang, malah mengecat rumahnya dengan warna pink.
“Telepon Bagas Ran, tanyain dia di mana!”