Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Polisi Tampan itu Ayah Anakku

Polisi Tampan itu Ayah Anakku

D digulungnya lengan hoodie itu sampai kesiku, bintik merah itu memenuhi tanganya. Ternyata tidak hanya disitu saja tangan satunya pun sama bintik merah itu menjalar ke kulit leher dan mungkin sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bintik merah. “Kamu sakit, Nak?” tanya Batara cemas. “Tidak.” Azka kembali menarik tangannya lalu menyembunyikannya di saku hoodie.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Dicintai Dengan Ugal-ugalan

“Kalau begini bukan hantu, terus apa?” Sejujurnya, Lirea adalah gadis berusia 18 tahun, dan seperti banyak wanita, dia sangat peduli dengan penampilan. Bintik-bintik merah yang memenuhi kulitnya membuat siapa pun yang melihatnya pertama kali mungkin akan terkejut. Ruam itu muncul di tempat yang tidak bisa ditutupi pakaian—termasuk wajahnya.
107.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Chef Galak Itu Mantan Pacarku

Chef Galak Itu Mantan Pacarku

Hiro tampak meraih tanganku, memerhatikan ruam-ruam yang ada di sana seperti peneliti kecil. "Harus dipakai bedak, kalau kita gatal-gatal, Mama selalu kasih itu, mungkin nanti bisa sembuh." "Di situ ada berapa titik Mas? Di tangan kanan Mama 26... 27 titik merah." Aku nyaris keselek ludah sendiri. "Naga kamu hitungin ruam-ruamnya?" "Kayaknya sebelah kanan menang."
1059.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai badan bintik merah
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Daniel&Mutia Official
bagus banget ,suka semua karakter, Hiro, naga ,gun ,Mita, ed,prili, paling kagum sama Mita, tegar banget .karakter bener" tahan banting mandiri gak menye" tp gak berisik jg tenang diam ,baik JD banyak yang merangkul
Baca Semua Ulasan
Noda Merah Malam Pertama

Noda Merah Malam Pertama

Mukanya merah padam. ***** Rayna meringkuk di sudut ruangan. Pertengkaran mereka sudah selesai beberapa saat yang lalu menyisakan gurat merah di pipi Rayna. Gadis itu mengusap pipinya berulang-ulang. Matanya nanar menatap daun pintu yang dibanting oleh suaminya barusan. Rayna menghirup udara di sekelilingnya, berusaha membuat seluas-luasnya ruang di dalam hati agar dia selalu merasa lapang menghadapi semua ini.
9.868.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Petaka Dua Garis Merah

Petaka Dua Garis Merah

Mereka hanya ingin hal sederhana tanpa tahu akibatnya. "Aw... Sakit! hmm.... Mama!" Alisa menangis saat sebuah kaca masuk di jempol kanannya. Dalam hitungan detik darah mengalir dari jempol kanannya. Ambar dan Yanti terkejut mendengar tangis Alisa. Mereka berdua panik saat melihat Alisa duduk di lantai dengan jempol kaki yang mengeluarkan darah segar. "Ibu, gimana ini? Ali-Alisa berdarah." Ambar jongkok lalu menggendong Alisa dan mendudukkannya di atas ranjang Yanti.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Cinta Merah Muda

Cinta Merah Muda

Cewek yang baru saja akan merebahkan dirinya di kasur itu mendengus kesal. "Siapa?" teriaknya sebelum bergerak untuk membuka pintu. "Kalan," sahut laki-laki yang berada di balik pintu tersebut. Suaranya terdengar tenang dan rendah. Cewek berambut merah muda itu mengernyitkan dahi. Kenapa dia tiba-tiba datang? "Ada apa?" tanyanya lagi. Masih tidak beranjak dari kasur.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Petaka Lingerie Merah

Petaka Lingerie Merah

Aku berucap dengan mata yang berkaca-kaca saat perempuan itu memberikanku sebuah homedress terusan alias daster berwarna merah dengan motif bunga-bunga besar. “Santai saja Mbak Gita. Jangan sungkan-sungkan. Sudah kewajibanku untuk menolong Mbak.” Gadis itu tersennyum manis. Baik sekali, pikirku. Secantik ini belum memiliki pasangan dan menikah. Semoga kelak dia bisa mendapatkan pendamping yang terbaik. Jangan sampai sepertiku yang sebab terburu-buru ingin menikah, malah apes luar biasa. Ya, bagaimana lagi. Sudah nasibnya.
1042.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Gaun Merah Yang Ternoda

Gaun Merah Yang Ternoda

Wanita itu menyandarkan tubuhnya dan memegang keningnya frustasi. “Tapi, mama Chan ini bukan pekerjaan saya yang biasanya. Pekerjaan saya adalah menemani mereka minum dan…” “Dan meraba bagian sensitif kamu tanpa memasukkan pisang besar ke tubuhmu.” Mama Chan memotong pembicaraan. “Itu sama saja bodoh, tubuh dan gaun merah kebangganmu sudah ternoda oleh lelaki hidung belang.” Sindirnya sambil menggigit kuku kanan yang di kutek merah. Sial, baru kemarin dia mancure dan pedisure harus rusak oleh kelakuan Aluna. Sebagai pelampiasan asap putih yang mengepul dari tembakau senjata jitu menghilang kesal dan stress.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Liontin Merah Delima

Liontin Merah Delima

Bersih, sangat bersih malah untuk hitungan milik umum di tengah area lapang seperti ini. Dengan segera, ku siramkan sir dingin nan sejuk itu di tubuh polos ku. Melunturkan cairan kental yabg telah kering di seluruh tubuhku. Merah-merah di tubuhku masih ada, karena liontin tahu pikiranku dan keadaan saat ini. Akan mencurigakan ketika mereka menemukan semua tanda merah menghilang dalam satu malam saja. Ini bukan waktu yang tepat untuk menghapus jejak-jejak nafsu mereka, bahkan noda darah yang tertinggal di tendapun masih ada.
649 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Mawar Merah Di Ujung Penyesalan

Mawar Merah Di Ujung Penyesalan

"Aku nggak kayak kamu yang ... kurang daya tarik, masa sudah tiga tahun baru bawa pulang satu aja." "Kalau aku ...." Dia memanjangkan nadanya bagaikan peri yang sedang mempermainkan dunia. "Barisan orang yang mengejarku itu panjangnya bisa dari Vila Keluarga Tamara sampai ke Pares. Benar-benar deh, nggak sanggup kalau harus dibawa ke rumah semua." "Tania!" Rendy membentak dengan wajah pucat pasi sambil menggebrak meja dengan keras.
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai badan bintik merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status