Bapakku Dukun
Dimas duduk di sofa, bersama Bahrul, Ummi dan Abah.
"Bagas itu yang dulu sering kamu ajak main ke sini ya, Le?" tanya Ummi. Dimas mengangguk. Bagas memang sering di ajak Dimas kemana-mana, mereka sepantaran, beda hanya setahun lebih muda dari Dimas. Bagas sudah bekerja di toko elektronik, di rumah ia pun membuka usaha serfis elektronik. Ia sangat ulet, dan rajin menabung. Harapan terbesarnya adalah bisa menyekolahkan Indah agar bisa menjadi bidan desa. Indah memiliki cita-cita yang tinggi dan Bagas sebagai kakak sangat mendukungnya.
"Sini kakinya!" kata Ayu. Ia sudah membawa bobok beras kencur di tanganya. Lalu di balurkan ke kaki Dimas agar uratnya melemas dan tidak bengkak.
Hot Chapters