Gadis Tawanan Presdir
Ketika pintu terbuka Tasya melihat sosok Bagas di sana, bersama seorang pelayan, mereka datang untuk mengantarkan barang-barang milik Tasya, yg baru saja diambil dari kontrakan.
"Nona, ini barang-barang milik Anda," ujar Bagas sembari menyerahkan barang-barang milik Tasya.
"Terimakasih," tutur Tasya.
Bagas hanya menganggukkan kepala, lalu pergi meninggalkan Tasya. Pria itu selalu terlihat dingin dan kaku, tapi setidaknya dia tidak kejam seperti Ferdhi.
Tasya menutup pintu kamarnya. Dia menyusun pakaiaan termasuk buku kuliahnya di sudut kamar. Di atas lantai, bukan di dalam lemari.
Bab Populer