Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Dia sudah seperti mencoba menjual kamar itu, bukan mewawancarai calon pembantu.
"Tentu, Pak. Terima kasih," jawab Nia, tetap sopan.
Arka memandunya melewati koridor menuju kamar di belakang rumah. Dia membuka pintu kamar kecil itu. Kamarnya bersih, ada tempat tidur tunggal, lemari, dan sebuah jendela kecil.
"Ini kamar mandi dalam," ujarnya, menunjuk ke sebuah pintu.
Nia melangkah masuk, matanya menyapu ruangan. "Bagus sekali, Pak. Lebih dari cukup untuk saya." Dia berbalik dan tersenyum pada Arka untuk pertama kalinya.