Pembalasan Terindah untuk Wanita yang Menyakiti Ibuku
Akhirnya mereka berdiam diri, tanpa berkata-kata.
"Maaf, Farhan. Aku tahu kalau kamu tersinggung dengan ucapanku. Tapi yang aku katakan tadi, semuanya berasal dari hatiku paling dalam. Kamu itu sudah seperti keluarga bagiku. Anak-anakmu sudah aku anggap sebagai anakku. Hatiku terluka ketika Liqa menderita batin. Kamu tahu, luka batin itu susah sekali untuk sembuh. Kamu berselingkuh itu urusanmu, tapi anak-anakmu yang menjadi korbannya. Liqa itu kuat, hebat dan mandiri, semoga ia tidak menjadikan luka batin ini sebagai bentuk traumanya terhadap laki-laki."
Aris pun mengakhiri panggilannya. Farhan merasakan matanya panas dan berair. Tak terasa ada yang menetes di pipinya. Ia begitu sedih, semu