Legenda Dewa Pedang
Angin kencang yang tadi meraung liar mendadak lenyap.
Bukan karena alam menjadi jinak—melainkan karena tekanan energi spiritual yang menindih segalanya.
Di jantung Lembah Angin Mati, butiran pasir yang terlempar oleh badai berhenti di udara, membeku seperti serpihan waktu yang tertahan. Kerikil, debu, bahkan serpih besi dari senjata patah menggantung diam, menciptakan pemandangan seperti lukisan yang belum selesai. Suara benturan logam, teriakan pasukan Iblis Gurun, dan raungan monster cacing roh perlahan memudar, seolah dunia sendiri menahan napas.